Tampilkan postingan dengan label Negsago. Tampilkan semua postingan

Cerobohnya Aku  

Posted by: Diah Lutfi Ani in , , ,



            “Rey, udah jam dua belas, tuh. Katanya mau rapat buat persiapan lomba mading sekolah? Ntar kalo telat diceramahi Pak Kusno, lho!” teriak Kak Zetta dari dapur. Uh, kebiasaan buruk.
            “Bentar lagi, deh, Kak. Paling juga belum pada dating. Lagian, anak-anak kelas IX juga belum pada pulang, kok.” jawabku sambil tetap mantengin tivi.
            “Yee, dibilangin, kok. Makin siang makin panas, lho, Rey.” nasihat Kak Zetta yang udah nongol di sampingku. Dasar, hobi ngagetin orang.
            “Biarin, emang Kak Zetta mau siang-siang gini ke sekolah? Mana anak-anak kelas IX pada ujian sekolah lagi.” ujarku setelah meneguk segelas es sirup yang dibuat Kak Zetta. Hmm, seger…
            “Ya nggak, lah, Rey. Itu, kan deritamu.” kata Kak Zetta sambil haha-hihi.
            “Ih, Kak Zetta nyebelin! Ya udah, deh. Aku berangkat sekarang, ya, Kak Zetta sayang!” pamitku. Bener juga, tuh kata Kak Zetta.
            “Oke. Ati-ati, ya, Reyhan adekku sayang!” jawab Kak Zetta. Aku pun segera berlalu.
            Itulah suasana yang udah jadi menu wajib buatku dan kakak sepupuku, Kak Zetta. Rasanya nggak afdol kalo tanpa menu wajib itu. Namun, kalo udah kompak, kekompakan kami patut dicontoh, lho! Sombong dikit boleh, kan?
***

            Lima menit kemudian aku sampai di SMP Harapan Pertiwi tercinta. Aku segera menuju ke taman bunga di depan ruang guru. Temen-temenku udah pada siap sedia dengan semangat ’45.
            “Kak Rey, kok, nggak pake seragam, sih? Ntar diomelin babenya Mirza, lho!” tanya Vania.
            “Tenang aja, nggak bakalan diomelin, deh, Van.” jawabku nyantai. Vania mengangguk.
            “Eh, siapa babenya Mirza?” tanya Adel penasaran.
            “Tuh, yang lagi berdiri di depan kelas VII C.” jawab Vania sambil nunjuk ke lantai dua dimana terdapat sesosok Pak Kusno yang lagi berdiri tegap memandang langit biru lazuardi.
            “Eh, apa katamu? Enak aja! Saye tak mau jadi anaknye, Vania!” sahut Mirza ala Upin dan Ipin. Nadanya lumayan tinggi, tapi nggak merdu sama sekali.
            “Udah, udah, nggak usah rebut!” lerai Charis, “Mending kita ke kelas VII C aja, yuk! Tuh, udah diliatin Pak Kusno.” lanjutnya. Kitorang nurut aja daripada Pak Kusno ngomel-ngomel.
***

            Sejam kemudian rapat usai. Uh, leganya… Rapat sama Pak Kusno emang nggak selancar kalo sama Bu Linda. Ibaratnya bagaikan berkendara di jalan berbatu sama jalan tol yang beraspal. Taka apa, masih mending beliau mau membimbing kami yang bandel, kecuali Charis yang udah anteng dari sononya. Yang bikin aku jengkel, Pak Kusno belum pernah nyebut namaku dengan baik dan benar. Katanya, sih, namaku kayak nama anak cowok. Beliau malah sering manggil aku Hanun atau Hanun Dahlan. Kalo dieja jadi H – A – N – U – N spasi D – A – H – L – A - N. Padahal, Hanun itu adek kelasku. Dia sekelas sama Luki, sahabatku. Cowok pula. Gara-gara ini aku jadi diketawain temen-temenku. Huft…
***

            Excuse me, Boss. You have a new message.” hapeku berbunyi pertanda ada SMS masuk. Ternyata dari nomor tak dikenal. Segera saja kubuka SMS itu.
            “Kak, kemarin Pak Kusno nyuruh ke sekolah lagi, nggak?” bunyi SMS itu.
            Aku bingung. Siapa yang pagi-pagi gini udah SMS? Ganggu misi orang aja, tapi tumben, lho kartuku bisa nerima SMS. Biasanya susah banget dapet sinyal. Sial, baru empat bulan aku pake kartu itu udah eror. Padahal, kartu itu menyimpan banyak kenangan, lho. Terpaksa, deh, ganti kartu.
            Akhirnya kupastikan bahwa si empunya nomor tak dikenal itu adalah Mirza. Soalnya, di antara tim lomba mading cuma nomornya Mirza yang tak kupunya. Kusimpan nomornya di memori hape dengan nama Mirza kemudian kubalas SMS Mirza pake kartu baru yang aku beli dua hari yang lalu di konter hape utara warung bakso.
            “Siapa? Mirza? Maaf, setahuku kemarin nggak disuruh Pak Kusno ke sekolah, kok. Reyhan.” balasku.
            Daripada cuma diem aja nungguin balesan SMS dari Mirza, segera saja kulanjutkan misiku sebagai anak tunggal yang baik hati. Apaan, tuh? Bantuin ayah ibu bersihin rumah, dong. Hehehe…
***

Sorenya, aku main ke rumah Kak Zetta buat nyobain masakannya. Walaupun bercita-cita jadi seorang dokter, Kak Zetta hobi banget sama yang namanya masak-memasak. Mungkin disamping buka praktik dokter juga buka catering sekalian, ya? Siapa tau ada pasien yang mau punya hajatan, hahaha. Nah, selain hobi masak, Kak Zetta itu hobi banget ngerjain orang, termasuk aku. Aku pernah dikerjai habis-habisan, dua kali malah. Untung aku masih bisa sabar.
“Gimana, Rey, masakanku? Enak, nggak?” tanya Kak Zetta dengan tatapan penuh harap.
“Enak, kok, Kak.” jawabku singkat, padat, dan jelas.
“Sip… Siapa dulu, dong, yang bikin. Zetta Patricia gitu.” ujar Kak Zetta gembira.
“Idih, sombongnya mulai, nih?” sindirku. Kak Zetta cuma senyum-senyum.
“Rey, aku mandi dulu, ya! Jangan kemana-mana, lho!” ujar Kak Zetta sambil bergegas ke kamar mandi. Aku pun mengangguk.
Sambil nunggu Kak Zetta selesai mandi, aku nonton tivi sambil SMS Mirza.
“Mirza udah kebagian buat rubrik apa aja?” tanyaku. Beberapa saat kemudian ada SMS dari Bu Linda.
“Terserah kamu, Rey. Kamu, kan ketuanya.” bunyi SMS Bu Linda. Dari mana Bu Linda dapet nomorku yang baru? Perasaan aku nggak SMS Bu Linda, deh.
Nggak lama kemudian Kak Zetta udah ada di deketku dengan pakaian nan rapi. Wangi pula. Tumben banget Kak Zetta kayak gini, biasanya disuruh mandi pun sangatlah susah.
“Hayo, SMS siapa, tuh?” tanya Kak Zetta.
“Mirza, Kak.” ujarku.
“Oh, Mirza apa Mirza?” tanya Kak Zetta lagi.
“Mirza, Kak! Nggak percaya amat, sih! Nih!” ujarku sambil menunjukkan hapeku pada Kak Zetta.
“Oh, iya, Mirza. Kukira…” Kak Zetta nggak ngelanjutin kata-katanya.
“Kak Zetta kira siapa?” tanyaku penasaran.
“Nggak jadi, deh, Rey. Hihihi…” jawab Kak Zetta.
Aku tau siapa yang dimaksud Kak Zetta, pasti Luki. Kak Zetta emang sering mikir yang aneh-aneh tentang kami, pikirannya pasti kemana-mana. Padahal, aku dan Luki, kan, cuma sahabatan. Oh, iya. Kapan, ya, technical meeting buat lomba mading di kabupaten? SMS Bu Linda aja, ah.
“Bu, technical meeting buat lomba madingnya kapan? Reyhan.” tanyaku. Tak berapa lama kemudian ada SMS dari Mirza.
“Aku nggak tau, jadwalnya ada di rumah. Aku lagi di Lembah Hijau. Nanti aku kasih tau kalo udah pulang.” bunyi SMS itu.
“Lho, kok, di Lembah Hijau? Ngapain?” balasku.
Aku tambah bingung. Perasaan Mirza rumahnya di Bukit Batu, deh? Kayaknya Mirza juga nggak punya family atau temen sekelas yang rumahnya di Lembah Hijau. Kalo yang punya family di Lembah Hijau, kan, Bu Linda.
“Hah, Bu Linda?! Jangan-jangan nomor tak dikenal yang kusangka Mirza punya itu nomornya Bu Linda? Ah, aku harus pulang sekaarang juga buat nyelidiki ini. Aku nggak mau terjerumus lebih jauh lagi.” pikirku.
“Kak, aku pulang sekarang, ya! Ada urusan penting.” pamitku.
“Iya, aku tau. Pasti sama…”
“Bukan Luki! Daagh, Kak Zetta sayang!” ucapku. Kak Zetta cuma geleng-geleng kepala.
***

Sampai di rumah, aku segera menjalankan rencanaku. Kuambil secarik kertas. Kutulis nomornya Mirza di lajur kiri kemudian nomornya Bu Linda di lajur kanan. Setelah kuamati beberapa saat, astaga! Ternyata dugaanku benar, itu bukan nomornya Mirza! Itu nomornya Bu Linda yang kedobelan gara-gara kecerobohanku tadi pagi! Pantes jadi eror kayak gini. Aku jadi nggak enak sama Bu Linda. Duh, betapa malunya aku. Setelah ngerasa lebih tenang, aku segera nelpon Bu Linda buat minta maaf.
“Halo, assalamualaikum… Bisa bicara dengan Bu Linda?”
“Waalaikumsalam… Iya, ini ibu sendiri. Ada apa, Rey”
“Mmm… Bu, maaf, ya, soal SMS-SMS tadi. Rey bener-bener nggak tau. Waktu tadi pagi Ibu SMS Rey, Rey kira itu Mirza soalnya Rey habis ganti kartu. Maafin Rey, ya, Bu?”
“Aku Bu Linda, Nak. Makannya ibu bingung setelah baca SMS kamu. Iya, ibu maafin, kok, Rey.”
“Alhamdulillah… Makasih banyak, ya, Bu. Rey janji nggak bakalan ceroboh lagi.”
“Iya, Rey. Nggak papa, kok.”
“Sekali lagi makasih, ya, Bu. Assalamualaikum…”
“Iya, waalaikumsalam…”
Uh, leganya… Kukira Bu Linda bakalan marah. Eh, ternyata nggak. Syukurlah…
***

Keesokan harinya di sekolah, aku langsung bergegas ke Kelas VII B buat ketemu Mirza. Tujuanku cuma satu, dapet nomornya Mirza yang Asli. Setelah ketemu, kita langsung tukeran nomor hape. Yes, akhirnya dapet juga. Hehehe.
***

Sepulang sekolah saat rapat persiapan lomba mading sama Bu Linda di Kelas VIII B selesai…
“Mir, di sini ada dua Mirza, lho!” ujar Bu Linda.
“Hah, ada dua Mirza? Benarkah? Trus yang satunya?” tanya Mirza dengan gaya khasnya yang dramatis.
“Aku… Iya, kan, Rey?” sindir Bu Linda.
Aku sebagai tersindir Cuma bisa menahan malu. Bu Linda pun tersenyum ngeliat aku yang jadi salah tingkah. Untung deh, Mirza dan yang lainnya nggak tau. Aku janji nggak bakalan ceroboh lagi!
***

Membuat Gantungan Kunci dari Kain Flanel  

Posted by: Diah Lutfi Ani in , ,









The Wall Magazine Competition  

Posted by: Diah Lutfi Ani in , , ,


Last April, I, Vika, Wiwid, Miftha, and Ditya participated in a wall magazine competition at Taman Kuliner Condongcatur. It was held to commemorate the anniversary of Sleman Regency. We went to Taman Kuliner Condongcatur by car.
            When we arrived there, the committee told us to fill the present list. Then, we sat in a big garden. There were many other participants at the garden. They came from many different schools in Sleman Regency, from kindergarten until senior high school.


            The first day was a process of writing the rubric of the wall magazine. We just copied the rubric who already we made two weeks before the wall magazine competition. Then, we patched them on the sterofoam.


            The second day was a decorating process. We had debate with Mr. Sugeng who disagree with our concept. But, we can united our concept with Mr. Sugeng’s and Mrs. Puji’s idea. So, our wall magazine looked nice and beautiful.



            Two months later, Mrs. Supri told us that our wall magazine got the third rank for junior high school category. Unbelievable! It was the first time we had taken part in a wall magazine competition. We were very happy and proud.



Blog  

Posted by: Diah Lutfi Ani in , ,

PENGERTIAN
Blog merupakan singkatan dari "web log" adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna Blog tersebut.
Media Blog pertama kali dipopulerkan oleh Blogger.com, yang dimiliki oleh PyraLab sebelum akhirnya PyraLab diakuisi oleh Google.Com pada akhir tahun 2002 yang lalu. Semenjak itu, banyak terdapat aplikasi-aplikasi yang bersifat sumber terbuka yang diperuntukkan kepada perkembangan para penulis Blog tersebut.
Pada bulan Desember 1997 Jorn Barger menggunakan istilah Weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri.
Secara garis besar, Weblog dapat dirangkum sebagai kumpulan website pribadi yang memungkinkan para pembuatnya menampilkan berbagai jenis isi pada web dengan mudah, seperti karya tulis, kumpulan link internet, dokumen-dokumen (file-file Word,PDF,dll), gambar ataupun multimedia.
Para pembuat Blog dinamakan Blogger. Melalui Blognya, kepribadian Blogger menjadi mudah dikenali berdasarkan topik apa yang disukai, apa tanggapan terhadap link-link yang di pilih dan isu-isu didalamnya. Oleh karena itu Blog bersifat sangat personal.
Perkembangan lain dari Blog yaitu ketika Blog memuat tulisan tentang apa yang seorang Blogger pikirkan, rasakan, hingga apa yang dia lakukan sehari-hari. Blog kemudian juga menjadi Diary Online yang berada di Internet. Satu-satunya hal yang membedakan Blog dari Diary atau Jurnal yang biasa kita miliki adalah bahwa Blog dibuat untuk dibaca orang lain.
B. MANFAAT
Blog mempunyai fungsi yang sangat beragam, dari sebuah catatan harian, media publikasi dalam sebuah kampanye politik, sampai dengan program-program media dan perusahaan-perusahaan. Sebagian Blog dipelihara oleh seorang penulis tunggal, sementara sebagian lainnya oleh beberapa penulis . Banyak juga Weblog yang memiliki fasilitas interaksi dengan para pengunjungnya, seperti menggunakan buku tamu dan kolom komentar yang dapat memperkenankan para pengunjungnya untuk meninggalkan komentar atas isi dari tulisan yang dipublikasikan, namun demikian ada juga yang yang sebaliknya atau yang bersifat non-interaktif.
Situs-situs web yang saling berkaitan berkat Weblog, atau secara total merupakan kumpulan Weblog sering disebut sebagai Blogosphere. Bilamana sebuah kumpulan gelombang aktivitas, informasi dan opini yang sangat besar berulang kali muncul untuk beberapa subyek atau sangat kontroversial terjadi dalam Blogosphere, maka hal itu sering disebut sebagai Blogstorm atau badai Blog.
Manfaat Blog bagi siswa antara lain :
1) Blog menjadi sarana publikasi tulisan yang termudah sekaligus strategis,
2) Tulisan di Blog mudah sekali dikomentari dan feedback ini banyak manfaatnya,
3) Blog bisa menjadi alat penumbuh kebiasaan dan keteraturan menulis,
4) Menulis di Blog secara rutin juga berdampak pada kemampuan kita dalam menuangkan gagasan,
5) Blog bisa menjadi ajang ekspresi yang bebas hambatan sama sekali,
6) Blog adalah tempat kita untuk menabung tulisan,
7) Blog bisa berfungsi sebagai media personal branding. Blog bisa menjadi ajang unjuk ide, pikiran, karya, tulisan, serta pencitraan.
Selain bagi siswa, manfaat Blog bagi guru antara lain :
1) Isinya bisa luas menyangkut banyak hal pengajaran,
2) Bisa dijadikan ajang belajar menulis untuk menuangkan ide,
3) Bukti portofolio seorang guru terkait profesionalitasnya,
4) Relatif lebih hemat biaya,
5) Menembus ruang,
6) Bebas aturan, hanya ada etika atau aturan tidak tertulis,
7) Melepaskan kebiasaan formalitas untuk menghambur uang rakyat,
8) Pengembangan proses pembelajaran yang bervariatif,
9) Bisa mengembangkan jaringan lebih luas antar guru di negara lain.

C. JENIS-JENIS BLOG

1) Blog politik: Tentang berita, politik, aktivis, dan semua persoalan berbasis Blog (seperti kampanye).
2) Blog pribadi: Disebut juga buku harian online yang berisikan tentang pengalaman keseharian seseorang, keluhan, puisi atau syair, gagasan jahat, dan perbincangan teman. Contoh: Ferry Blogger
3) Blog bertopik: Blog yang membahas tentang sesuatu, dan fokus pada bahasan tertentu. Contoh: Berita khusus Freight Forwarder atau Informasi Ponsel dan Notebook Terbaru atau Informasi Mobil.
4) Blog kesehatan: Lebih spesifik tentang kesehatan. Blog kesehatan kebanyakan berisi tentang keluhan pasien, berita kesehatan terbaru, keterangan-ketarangan tentang kesehatan, dll.
5) Blog sastra: Lebih dikenal sebagai litblog (Literary Blog).
6) Blog perjalanan: Fokus pada bahasan cerita perjalanan yang menceritakan keterangan-keterangan tentang perjalanan/traveling.
7) Blog riset: Persoalan tentang akademis seperti berita riset terbaru.
8) Blog hukum: Persoalan tentang hukum atau urusan hukum, disebut juga dengan blawgs (Blog Laws).
9) Blog media: Berfokus pada bahasan kebohongan atau ketidakkonsistensi media massa, biasanya hanya untuk koran atau jaringan televisi.
10) Blog agama: Membahas tentang agama.
11) Blog pendidikan: Biasanya ditulis oleh pelajar atau guru. Contoh: Blog tentang Seni Tari.
12) Blog kebersamaan: Topik lebih spesifik ditulis oleh kelompok tertentu.
13) Blog petunjuk (directory): Berisi ratusan link halaman website.
14) Blog bisnis: Digunakan oleh pegawai atau wirausahawan untuk kegiatan promosi bisnis mereka.
15) Blog pengejawantahan: Fokus tentang objek diluar manusia, seperti anjing.
16) Blog pengganggu (spam): Digunakan untuk promosi bisnis affiliate; juga dikenal sebagai splogs (Spam Blog) contoh: memulai sebuah Blog bisnis.

Membuat Serbet Gantung  

Posted by: Diah Lutfi Ani in , ,



Bahan :
* Kain handuk
* Busa 1 pasang
* Kain hero
* Renda
* Pita
* Boneka kecil
Alat :
* Gunting
* Jarum jahit tangan
* Benang jahit
Cara Membuat :
1. Potong busa berbentuk setengah lingkaran dengan alas 12 cm dan tinggi 10 cm.
2. Potong kain hero menjadi dua bagian, bungkus masing-masing busa dengan kain hero, jahit dengan tusuk jelujur.
3. Jahit kain handuk yang telah dilipit-lipit pada salah satu busa dengan tusuk jelujur.
4. Jahit renda yang telah dilipit-lipit pada salah satu busa dengan tusuk jelujur.
5. Beri gantungan berupa pita pada salah satu busa, jahit dengan tusuk jelujur.
6. Gabungkan kedua busa, jahit dengan tusuk tikam jejak agar kuat.
7. Rapikan serbet gantung dengan menghilangkan tusuk jelujur yang masih terlihat.
8. Beri hiasan pada bagian depan serbet gantung, jahit dengan rapi. Hiasan bias berupa boneka kecil atau sesuai selera.
9. Jadilah serbet gantung cantik. Serbet gantung cantik siap digunakan.

Resensi Gigi  

Posted by: Diah Lutfi Ani in , , , ,

1. Judul Resensi : Asyiknya Kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi
2. Identitas Buku
a. Judul Buku : ga-gi-gu-gi-Gi
b. Pengarang : Lia Indra Adriana
c. Penerbit : Gradien Mediatama Yogyakarta
d. Cetakan : I, 2008
e. Jumlah Halaman : 186 Halaman
f. Harga : Rp 30.000,00
3. Pendahuluan
a. Biografi Penulis
Lia Indra Adriana adalah mahasisiwi Fakultas Kedokteran Gigi Angkatan Tahun 2004 di sebuah universitas yang cukup terkemuka di Surabaya. Dalam buku ini tidak menjelaskan secara detail siapa Lia Indra Adriana itu. Namun dalam bagian akhir buku ini dituliskan beberapa hal tentang Lia Indra Adriana yang disampaikan dengan bahasa yang ringan contohnya :
· Lia Indra Adriana , anak kedua dari tiga bersaudara.
· Umurnya sekitar 20-an sekian.
· Mulai ngekos sejak masih duduk di bangku SMA.
· Total kos-kosan yang pernah ditempati ada 4 buah.
· Tidak tahu kalau menambal gigi itu dibor, padahal ia adalah mahasisiwi kedokteran gigi.
b. Latar Belakang Masalah
Buku ini sangat bermanfaat bagi pembaca, khususnya bagi pembaca yang ingin melanjutkan studinya di Fakultas Kedokteran Gigi karena buku ini menceritakan tentang seluk-beluk dunia pergigian. Buku ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi penulis, Lia Indra Adriana tatkala menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Gigi. Pengalaman demi pengalaman ia sampaikan dengan unik dan menarik dengan bahasa yang komunikatif.
Kami memilih buku ini karena dengan membaca buku ini kita dapat mengetahui tentang seluk-beluk dunia pergigian di Fakultas Kedokteran Gigi yang tentunya dapat menambah wawasan kita sebagai pelajar. Menurut kami buku ini bagus dan bermanfaat bagi pembaca, khususnya bagi pembaca yang ingin melanjutkan studinya ke Fakultas Kedokteran Gigi.
c. Isu Aktual
Buku ini belum terlalu dikenal masyarakat luas walaupun secara keseluruhan isi buku ini sudah bagus. Buku ini memanglah tidak sepopuler tetralogi Laskar Pelangi ataupun buku dan novel-novel lainnya. Dibanding dengan buku lain, buku ini lebih bermanfaat dan bermutu bagi pelajar karena dalam buku ini memuat banyak pengetahuan tentang dunia pergigian .
4. Tubuh Resensi
a. Sinopsis
Lia Indra Adriana adalah salah satu mahasiswi baru di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG). Orang tua Lia sangat bangga padanya yang menyandang status mahasiswi Kedokteran. Lia tinggal jauh dari orang tuanya, ia ngekos bersama mahasiswa lainnya.
Banyak pengalaman unik dan menarik yang mengisi hari-hari Lia selama menjadi mahasiswi FKG, dari cara mencabut gigi yang benar sampai isu gigi yang dijadikan jimat. Lia menceritakan temannya yang gugup ketika ditanya dokter senior mengenai Kedokteran Gigi yang akhirnya salah menjawab. Lia juga menceritakan temannya yang diajari seorang tutor yang berlagak bahasa Inggris dan hari-harinya bersama mahasiswa FKG menjelang akhir klinik dimana akan menentukan kelulusan mereka. Akhir cerita, ketika Lia mengikuti Public Health II, ia dihadapkan dengan pasien-pasien unik dan lucu.
Kesimpulannya, Lia Indra Andriana sangat menikmati hari-harinya sebagai mahasiswi FKG, terbukti selalu asa pengalaman unik dan menarik yang bermanfaat untuknya.
b. Penilaian
Menurut kami secara keseluruhan buku ini sudah bagus dan bermanfaat. Buku ini juga diselingi dengan humor-humor segar yang tak lepas dari dunia pergigian.
Dari segi tampilan, covernya sudah menarik, tetapi alangkah baiknya jika cover buku ini berwarna cerah agar tampak lebih menarik. Ilustrasi juga sudah menarik dan menggelitik. Lebih bagus lagi jika pada tiap judul kisah diberi dua atau tiga ilustrasi yang bisa lebih mengembangkan imajinasi pembaca.
Dari segi kesesuaian isi juga sudah bagus, hanya saja ada beberapa judul kisah yang tidak sesuai dengan judul buku. Buku ini menggunakan bahsa yang komunikatif sehingga mudah dipahami.
Dari segi manfaat, buku ini sangatlah bermanfaat bagi pembaca untuk lebih memahami seluk-beluk dunia pergigian di Fakultas Kedokteran Gigi.
5. Penutup
a. Kesimpulan
Buku ini sudah bagus untuk seorang penulis pemula dan bermanfaat bagi pembaca, terutama bagi pembaca yang ingin melanjutkan studinya ke Fakultas Kedokteran Gigi. Semoga banyak pembaca yang menyukai buku ini.
b. Saran
Bahasa yang digunakan jangan terlalu bertele-tele sehingga menimbulkan kesan membosankan saat membaca buku ini. Perbanyak ilustrasi dan percantik tampilan agar lebih menarik.
c. Harapan
Harapan kami dengan resensi ini semoga masyarakat tertarik untuk memiliki buku ini karena buku ini selain sarat dengan pengetahuan tentang dunia pergigian juga banyak hal yang bisa kita petik untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dan semoga lagi Lia Indra Adriana bisa membuat buku dan novel yang lebih bagus, lebih bermutu, dan lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Disusun oleh :
Desy Puspitasari VIII A/09
Diah Lutfi Ani VIII A/10
Dian Anggraini Sayekti VIII A/11
Tsuga Achmad Wisanggeni VIII A/31

Thanks for Visiting